Minggu, 22 Juli 2018

SOFTSKILL KONSERVASI ARSITEKTUR : Museum Perjuangan Bogor


LATAR BELAKANG
Kota Bogor memiliki beberapa museum didalamnya, dan terdapat salah satu Museum yang cukup tua yang dimiliki Kota bogor, yaitu Museum Perjuangan Bogor, yang berisikan peninggalan peninggalan pada masa penjajahan di Daerah Bogor dan sekitarnya, yaitu sepeti pistol, alat alat perang, baju, bahkan surat kabar pada zaman itu.

Museum Perjuangan ini berada dilokasi yang sangat strategis, yaitu dekat dengan pusat perbelanjaan, Stasiun Besar Bogor, dan dekat dengan beberapa Sekolah Negeri dan Swasta yang terdapat di Kota Bogor. Namun dengan potensi seperti itu bukan berarti Museum Perjuangan Kota Bogor memiliki pengunjung yang sangat banyak, semakin majunya zaman, pengunjung Museum Perjuangan Kota Bogor ini semakin berkurang. Hal ini dikarenakan masyarakat kini yang sudah tidak begitu tertarik untuk mengunjungi Museum untuk mencari ilmu, dan bangunan Museum Perjuangan yang sudah cukup tua, tidak dapat menarik perhatian masyarakat karena berada di antara gedung yang lebih modern.

Untuk mengembalikan kembali fungsi Museum Perjuangan sebagai tempat yang menarik dalam mengetahui sejarah perjuangan dan sebagai tempat wisata edukasi maka perlu dilakukan Revitalisasi Museum Perjuangan Kota Bogor.



SEJARAH GEDUNG MUSEUM PERJOANGAN BOGOR

Gedung yang dulu terletak dan dikenal dengan nama Tjikeumeuh Weg No. 28 yang berhadapan dengan Kerkhof (Kuburan Belanda) yang bernama “MOMENTO MERI” mempunyai sejarah tersendiri.

Yang sekarang pun masih mempunyai ciri khas, dikelilingi oleh Jl. Mayor Oking Djajaatmadja, Jl. Veteran, Jl. Perintis Kemerdekaan dan akhirnya Jl. Merdeka, sekarang Gedung Museum Perjoangan Bogor letaknya di Jl. Merdeka No. 56.

Gedung ini dibangun bertingkat dua pada tahun 1879 milik seorang pengusaha Belanda yang bernama WILHELM GUSTAAF WISNNER, dipergunakan untuk Werehouse yaitu Gudang Perusahaan Export Komodite Pertanian ke Eropa.

Pada Tahun 1935, gedung ini sudah dipakai untuk Pergerakan Nasional menentang pemerintah Kolonial Belanda yaitu dipakai oleh PARINDRA dibawah pimpinan MR. KASMAN SINGODIMEDJO, juga dipakai kegiatan pemuda dibawah pandji-pandji Kepanduan Indonesia yaitu Pandu SURYA WIRAWAN.

Pada tahun 1942, Zaman Penjajahan Jepang, gedung ini dipakai gudang oleh tentara Jepang untuk menyimpan barang- barang Interniran Belanda.

Pada tahun 1945, gedung ini dipakai untuk menyambut dan mempertahankan Kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh proklamator SOEKARNO/ HATTA pada tanggal 17 Agustus 1945.

Selain itu gedung ini pun digunakan untuk kegiatan media massa “GELORA RAKYAT” , dan dilantai atas dipakai DEWAN PERTAHANAN DAERAH KERESIDENAN BOGOR”.
Selain itu dipakai pula oleh CALL SCINE “RADIO RRI PERJUANGAN DAERAH KERESIDENAN BOGOR”

Pada tahun 1946, gedung ini dikosongkan karena sudah tidak tahan lagi oleh tekanan Pasukan Tentara Nica dan antek- anteknya.

Pada tahun 1948 Gedung ini dipakai GABSI Cabang Bogor, pada akhir tahu 1949 sampai tahu 1950 Gedung ini dipakai oleh Pemerintahan sementara Kabupaten Bogor dan Komandan Daerah Militer.

Pada tahun 1952 sampai tahun 1958 Gedung ini dipakai oleh S.R. Negri No.34 Bogor dan akhirnya oleh pemiliknya yang terakhir yaitu Bapak UMAR bin USMAN ALBA WAHAB pada tanggal 20mei 1958 dihibahkan kepada Museum Perjuangan Bogor menjadi milik Museum Perjuangan Bogor





KLASIFIKASI MUSEUM PERJOANGAN BOGOR
Museum Perjuangan Bogor ini merupakan salah satu cagar budaya yang dimiliki Kota Bogor, yang dikategorikan sebagai cagar budaya kategori B.


Bangunan Museum Perjuangan Bogor ini  dikategorikan  sebagai Kategori B karena  bangunan ini  tidak boleh dibongkar  sembarangan, dapat  dibangun bangunan  tambahan, tanpa harus  merubah bangunan utamanya.  Dapat memungkinkan dilakukannya revitalisasi pada bangunan Museum Perjuangan Bogor.

DATA EKSISTING BANGUNAN MUSEUM
Luas Bangunan           : 515 m2
Luas Lahan     : 650 m2
Di dalam gedung ini ditopang oleh tiga pilar besar yang menjadi salah satu cirri bangunan colonial.

·    Di halaman depan museum ini terdapat sebuah taman seluas 10 x 30 meter, halaman ini berlantaikan ubin dan di tengah-tengah tamannya terdapat sebuah pancuran air

·      Lantai pertama berisikan  kantor dan benda-benda koleksi seperti senjata-senjata modern, dokumen-dokumen, mata uang, lukisan dll

·      Lantai kedua terdiri dari benda-benda koleksi seperti senjata tradisional , prasasti, diorama peristiwa pertempuran, kain/pakaian dan sebagainya.

PERMASALAHAN
·         Pada museum perjuangan bogor ini terdapat banyak kerusakan pada material interior bangunan yang harusnya menunjang menunjang bangunan museum ini sebagai cagar budaya pada isi bangunan dalam museum yang merupakan sejarah pada masa lampau.
·         Peletakan serta fungsi penunjang bangunan tidak terkelola dengan baik pada bangunan ini, terlihat pada denah sebelumnya hanya terdapat ruang ruang umum seperti galeri, toilet dan musholla  sedangakan tidak ada ruangan privat seperti kantor untuk pengelola pada bangunan museum ini.
·         Pada kawasan sekitar museum ini banyak  bangunan komersil yang cukup padat dan ramai sehingga seringnya menimbulkan kebisingan yang terdengar dari dalam museum yang mengakibatkan kondisi  museum menjadi tidak kondusif.
·         Pada area teras depan museum terdapat beberapa pedagang kaki lima dan kumpulan pangkalan ojek online yang memanfaatkan halaman museum sebagai tempat berteduh sehingga mengakibatkan lingkungan area halaman museum menjadi kumuh dan kotor.

USULAN DAN KESIMPULAN

USULAN PELESTARIAN
Berdasarkan tinjauan langsung terhadap museum perjuangan bogor dan berdasarkan analisis masalah dan potensi yang ada pada museum perjuangan bogor yaitu :

·         Perlu dilakukanya upaya revitalisasi bangunan bersejarah yang hampir rusak hingga yang telah rusak.

·         Perlunya penambahan fungsi baru pada museum seperti ruang privat berupa kantor pengelola, ruang veteran untuk berkumpulnya para tamu veteran.

·         Perlu dilakukannya penataan ulang galeri museum agar lebih tertib dan rapih serta terzona dengan baik.

·         Perlunya penataan dan ketertiban pada halaman depan museum seperti penambahan fungsi plaza pada halaman.

·         Perlunya membuat acara-acara bulanan atau tahunan yang berskala kota atau nasional untuk promosi museum

KESIMPULAN
   Kesimpulan bangunan museum perjuangan bogor yaitu pada saat ini tahun 2018 memang banyak terjadi kerusakan pada kondisi bangunan yang difungsikan sebagai bangunan cagar budaya, namun kawasan ini memiliki banyak potensi yang baik yaitu salah satunya potensi dalam bidang ekonomi kawasan, dan nilai sejarah pada kawasan sehingga perlunya revitalisasi untuk menghidupkan kembali museum perjuangan bogor sebagai  bangunan cagar budaya.



      NAMA KELOMPOK :
      CICI DAMAYANTI (22314400)
      RESTU LUSTIKA (29314097)
      SYERLY BUDIMAN (2A314618)


DOSEN :
DR. IR. PANCAWATI DEWI, MT

Sabtu, 25 Maret 2017

ULASAN SPLENDID OF CHINA

SPLENDID OF CHINA, SHENZHEN

Taman Mini Splendid China dan China Folk Culture Village bersama-sama membentuk Splendid China Folk Village. Mereka berdua bisa dikunjungi dengan satu tiket. Dalam Miniatur China, ada model dari banyak tempat dan bangunan yang China terkenal. Jadi dengan cara, itu seperti tur Cina dalam beberapa jam. Mungkin mengunjungi dua taman tema dapat digunakan sebagai cara cepat untuk belajar tentang Cina dan budaya etnis. Miniatur Cina adalah taman Anda dapat mengunjungi di Shenzhen di Provinsi Guangdong, dan transportasi di sana relatif cepat dan mudah.
 
Splendid China adalah sebuah taman tema untuk model atraksi Cina, dan Window of the World di seberang jalan adalah sebuah taman tema untuk atraksi di seluruh dunia. Taman ini di Shennan jalan raya dari Windows of the World. Langkah-langkah taman sekitar 30 hektar atau sekitar 74 acre. Seperti Window of the World, model di Splendid China berada dalam skala 1:15 lebih atau kurang. Sesampainya di pintu masuk di Shennan Highway, ke kanan adalah Cina Folk Culture Village dan ke kiri adalah China Taman Mini (yang sebenarnya tidak begitu miniatur). Taman telah ada selama lebih dari 20 tahun, dan menampilkan pemandangan dan arsitektur bersejarah yang mencerminkan esensi dari budaya tradisional Cina.
 
SEJARAH

Pada tahun 2003, Splendid China bergabung dengan Cina Folk Culture Village untuk membentuk Splendid China Folk Village. Taman tema yang sangat berbeda meskipun mereka berdua membahas tentang China. Satu menginstruksikan pada kelompok etnis Cina, dan lainnya menginstruksikan pada situs terkenal dan warisan arsitektur. Tampaknya laki-laki dan anak laki-laki mungkin lebih suka melihat model skala rinci dan belajar tentang arsitektur Cina dan geografi sementara wanita tampaknya lebih memilih melihat kostum dari kelompok etnis di Cina dan mengunjungi berbagai rumah dan penggambaran kehidupan desa etnis.

ATRAKSI

Untuk melihat model di Splendid China Taman Mini, ketika Anda memasuki area taman, ke kiri. Anda akan melihat bahwa daerah ini besar, dan dalam rangka untuk mengalami itu semua ada kereta api miniatur yang tersedia. Banyak pengunjung yang terkesan. Taman ini ditata sebagai peta China menampilkan lebih dari 80 tempat wisata yang penting dan terkenal dalam rasio 1:15. Taman semakin terlihat indah dengan pohon-pohon dan bunga di sekitar monumen yang berbeda. Satu dapat menikmati Tembok Besar China, Temple of Heaven, Kota Terlarang, Three Gorges Dam dan Tentara Terracotta untuk menyebutkan beberapa. Jika Anda menikmati berjalan, ini adalah berjalan indah; tetapi jika Anda ingin juga mengunjungi Folk Culture Village, naik kereta api cepat memberikan Anda gambaran besar dari Splendid China dan memungkinkan Anda untuk mengalami banyak atraksi sementara menghemat waktu dan energi untuk melihat Folk Culture Village.
 
Malam umumnya berakhir dengan acara hiburan yang melibatkan banyak pemain. Beberapa pertunjukan menggambarkan peristiwa dalam sejarah Cina seperti serangan Genghis Khan. pertunjukan lain tentang budaya China.
 
Dua taman tema lain di dekatnya yang dapat Anda pergi ke adalah Window of the World di seberang jalan dan Happy Valley yang sekitar 1 kilometer dari gerbang depan. Happy Valley adalah favorit anak-anak, dan itu cukup dekat untuk berjalan ke.
 
China Highlights dapat membantu Anda menyesuaikan tur untuk mengunjungi tempat wisata ini dan menyoroti lainnya di Shenzhen.


DENAH 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.chinahighlights.com/shenzhen/attraction/splendid-china.htm
http://www.burgessbroadcast.org/china/2000/shenzhen/splendid/pics/splendidmap.jpg

Rabu, 01 Februari 2017

Hukum Pranata dan Pembangunan_Enviromental Impact Analysis

PENGERTIAN AMDAL

AMDAL merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
AMDAL) yaitu kajian perihal dampak besar serta penting suatu usaha dan/atau aktivitas yang direncanakan pada lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan mengenai penyelenggaraan usaha dan/atau aktivitas di Indonesia. AMDAL ini di buat saat perencanaan suatu proyek yang diprediksikan dapat memberi pengaruh pada lingkungan hidup di sekitarnya.
Analisis mengenai dampak lingkungan muncul sebagai jawaban atas keprihatinan mengenai dampak negatif dari aktivitas manusia, terutama pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri pada tahun 1960-an. Mulai sejak itu AMDAL sudah menjadi alat utama untuk mengerjakan bebrapa aktivitas manajemen yang bersih lingkungan serta selalu melekat pada tujuan pembangunan yang berkepanjangan.
Dasar hukum AMDAL yaitu Ketentuan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 mengenai ‘Izin Lingkungan”. AMDAL sendiri adalah suatu kajian tentang efek positif serta negatif dari satu rencana kegiatan atau proyek, yang dipakai pemerintah dalam mengambil keputusan apakah satu kegiatan atau proyek layak atau tak layak lingkungan. Kajian efek positif serta negatif itu umumnya disusun dengan memperhitungkan aspek fisik, kimia, biologi, sosial- ekonomi, sosial budaya serta kesehatan masyarakat.
Satu rencana kegiatan bisa dinyatakan tak layak lingkungan, bila berdasar pada hasil kajian AMDAL, efek negatif yang timbulkannya tidak bisa ditanggulangi oleh teknologi yang ada. Demikian pula, bila biaya yang dibutuhkan untuk menanggulangi efek negatif lebih besar dari pada efek positif yang akan ditimbulkan, jadi rencana kegiatan itu dinyatakan tak layak lingkungan. Satu gagasan aktivitas yang diputuskan tak layak lingkungan tidak dapat dilanjutkan pembangunannya.
Kriteria wajib AMDAL ini hanya dibutuhkan untuk proyek-proyek yang mengakibatkan dampak penting pada lingkungan yang biasanya ada pada beberapa rencana kegiatan bertaraf besar, kompleks dan berlokasi di daerah yang memiliki lingkungan sensitif. Pada intinya Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yaitu keseluruhan proses yang mencakup penyusunan berturut-turut seperti diatur dalam PP nomer 27 tahun 2012, bentuk hasil kajian AMDAL berbentuk dokumen AMDAL yang terbagi dalam 5 (lima) dokumen, yakni :
Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KAANDAL)
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Dokumen Ringkasan Eksekutif
PROSEDUR AMDAL
Berkenaan dengan prosedur/tata laksana AMDAL, Ketentuan Pemeritah Nomor 27 Tahun 2012 sudah menetapkan mekanisme yang perlu ditempuh seperti berikut :
  1. Pemrakarsa membuat Kerangka Referensi (KA) untuk pembuatan dokumen AMDAL. Lalu di sampaikan pada Komisi AMDAL. Kerangka Referensi itu diolah selama 75 hari kerja mulai sejak diterimanya oleh komisi AMDAL. Bila lewat waktu yang ditetapkan ternyata Komisi AMDAL tak memberi respon, jadi dokumen Kerangka Acuan itu menjadi sah untuk dipakai sebagai dasar penyusunan ANDAL.
  2. Pemrakarsa membuat dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), lalu di sampaikan pada lembaga yang bertanggung jawab untuk diolah dengan menyerahkan dokumen tersebut pada komisi penilai AMDAL untuk dinilai. 
    Parameter AMDAL
    Didalam parameter AMDAL terdapat beberapa studi yang harus dipelajari yaitu Komponen Geo-Fisik-Kimia, Komponen Biotis, Komponen Sosial Ekonomi dan Budaya, dan juga komponen Kesehatan Masyarakat.Serta didalam parameter AMDAL terdapat beberapa peraturan undang-undang mengenai dampak lingkungan dan yang mendukung studi analisis salah satunya adalah tentang peraturan perumahan,pemukiman, lalu lintas,pokok-pokok agraria,konservasi Sumber daya Alam,dan sebagainya. Dan juga terdapat keputusan pemerintah tentang parameter AMDAL yang tidak bisa disebutkan satu-satu. Kesimpulannya adalah AMDAL merupakan studi kelayakan tentang dampak kerusakan yang wajib dianalisis bahkan dipelajari.

INTI AMDAL

Terdapat beberapa hal yang terdapat didala fungsi AMDAL,yaitu definisi AMDAL,Dasar hukum AMDAL,Tujuan dan sasaran AMDAL,Fungsi dari studi AMDAL itu sendiri,dan juga penanggung jawab AMDAL.
Definisi AMDAL merupakan kajian yang patut dipelajari karena dapat memberi manfaat dengan menganalisis dampak kerusakan pada lingkungan dan menggunakan proses untuk pengambilan keputusan saat memutuskan suatu hal. Lalu Dasar Hukum AMDAL yang sudah tertera di suatu artikel, adalah PP No.27/ 1999 yang di dukung oleh paket keputusan menteri lingkungan hidup tentang jenis usaha dan/ atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL dan keputusan kepala BAPEDAL tentang pedoman penentuan dampak besar dan penting.
Tujuan dan sasaran AMDAL yaitu menjamin kegiatan yang bermanfaat untuk lingkungan yang dapat berjalan lancar dengan meminimalisir hal negatif yang akan terjadi pada lingkungan dan dapat memanfaatkan lingkungan sekitar se efisien mungkin dan mempunyai dampak positif. Penanggung jawab AMDAL secara umum terhadap koordinasi pelaksanaannya adalah BAPEDAL (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan).
Fungsi dari AMDAL itu sendiri juga berbeda-beda,tergantung pada pihak pihak yang berpengaruh pada proses pelaksaan AMDAL. Misalkan pemerintah, yang berfungsi untuk mengatur proses perencanaan kegiatan AMDAL. Dan juga manusia yang berfungsi untuk melakukan anailisis pada AMDAL dan juga melakukan kegiatan yang berdampak positif pada lingkungan.
PROSES AMDAL DALAM HPP
Menurut suatu artikel proses AMDAL dalam HPP yaitu secara garis besar melalukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.Mengidentifikasi dampak dari rencana usaha dan/atau kegiatan
2.Menguraikan rona lingkungan awal
3.Memprediksi dampak penting
4.Mengevaluasi dampak penting dan merumuskan arahan RKL/RPL.

SUMBER
https://cicidamayanti.wordpress.com/2017/02/01/enviromental-impact-analisis/

NAMA : RESTU LUSTIKA WULAN
NPM : 29314097
KELAS : 3TB04

Hukum Pranata dan Pembangunan_Perencanaan Fisik Pembangunan


PENGERTIAN PERENCANAAN FISIK

Perencanaan fisik adalah suatu usaha pengaturan dan penataan kebutuhan fisik untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dengan berbagai kegiatan fisik. Proses perencanaan fisik pembangunan harus melaksanakan amanat UUD 1945 Amandemen tentang pemilihan umum langsung oleh rakyat. Perencanaan pembangunan nasional masih dibutuhkan mengingat amanat Pembukaan UUD 1945 dan kondisi faktual geografis, sosial, ekonomi, dan politik bangsa Indonesia yang beranekaragam, dan kompleks.


PERAN PERENCANAAN

Peran Perencanaan dalam 4 lingkup :
Lingkup Nasional
Lingkup Regional
Lingkup Lokal
Lingkup Sektor Swasta


LINGKUP NASIONAL

 Kewenangan semua instansi di tingkat pemerintah pusat berada dalam lingkup kepentingan secara sektoral.
Departemen-departemen yang berkaitan langsung dengan perencanaan fisik khususnya terkait dengan pengembangan wilayah antara lain adalah :
Dept. Pekerjaan Umum
Dept. Perhubungan
Dept. Perindustrian
Dept. Pertanian
Dept. Pertambangan
Energi, Dept. Nakertrans.
Dalam hubungan ini peranan Bappenas dengan sendirinya juga sangat penting.
Perencanaan fisik pada tingkat nasional umumnya tidak mempertimbangkan distribusi kegiatan tata ruang secara spesifik dan mendetail.
Tetapi terbatas pada penggarisan kebijaksanaan umum dan kriteria administrasi pelaksanaannya.


LINGKUP REGIONAL

Instansi yang berwenang dalam perencanaan pembangunan pada tingkatan regional di Indonesia adalah Pemda Tingkat I, disamping adanya dinas-dinas daerah maupun vertikal (kantor wilayah).
 Contoh; Dinas PU Propinsi, DLLAJR, Kanwil-kanwil. Sedang badan yang mengkoordinasikannya adalah Bappeda Tk. I di setiap provinsi.
Walaupun perencanaan ditingkat kota dan kabupaten konsisten sejalan dengan ketentuan rencana pembangunan yang telah digariskan diatas (tingkat nasional dan regional) daerah tingkat II itu sendiri masih mempunyai kewenangan mengurus perencanaan wilayahnya sendiri
Yang penting dalam hal ini pengertian timbal balik, koordinatif.

LINGKUP LOKAL

Penanganan perencanaan pembangunan ditingkat local seperti Kodya atau kabupaten ini biasanya dibebankan pada dinas-dinas,
contoh: Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Kota, Dinas Kebersihan, Dinas Pengawasan Pembangunan Kota, Dinas Kesehatan, Dinas PDAM.
 Koordinasi perencanaan berdasarkan Kepres No.27 tahun 1980 dilakukan oleh BAPPEDA Tk.II.
Saat ini perlu diakui bahwa sering terjadi kesulitan koordinasi perencanaan. Masalah ini semakin dirasakan apabila menyangkut dinas-dinas eksekutif daerah dengan dinas-dinas vertikal.
Di Amerika dan Eropa sejak 20 tahun terakhir telah mengembangkan badan-badan khusus darai pemerintah kota untuk menangani program mota tertentu, seperti program peremajaan kota (urban renewal programmes).
Badan otorita ini diberi wewenang khusus untuk menangani pengaturan kembali perencanaan fisik terperinci bagian-bagian kota.

LINGKUP SEKTOR SWASTA

Lingkup kegiatan perencanaan oleh swasta di Indonesia semula memang hanya terbatas pada skalanya seperti pada perencanaan perumahan, jaringan utilitas, pusat perbelanjaan dll.
Dewasa ini lingkup skalanya sudah luas dan hampir tidak terbatas.
Badan-badan usaha konsultan swasta yang menjamur adalah indikasi keterlibatan swasta yang makin meluas. Semakin luasnya lingkup swasta didasari pada berkembangnya tuntutan layanan yang semakin luas dan profesionalisme.
Kewenangan pihak swasta yang semakin positif menjadi indikator untuk memicu diri bagi Instansi pemerinta maupun BUMN. Persaingan yang muncul menjadi tolok ukur bagi tiap-tiap kompetitor (swasta dan pemerintah) dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan/produk.
Pihak swasta terkecil adalah individu atau perorangan. Peran individu juga sangat berpengaruh terhadap pola perencanaan pembangunan secara keseluruhan.






SUMBER
https://tinetrisnawati.wordpress.com/2015/01/09/perencanaan-fisik-pembangunan/
https://cicidamayanti.wordpress.com/2017/02/01/perencanaan-fisik-pembangunan-distribusi-tata-ruang-lingkup/


NAMA : RESTU LUSTIKA WULAN
NPM : 29314097
KELAS : 3TB04

Senin, 28 November 2016

HUKUM PRANATA DAN PEMBANGUNAN- ANALISA BANGUNAN MILIK NEGARA DAN MILIK SWASTA

BAGUNAN ENTERTAINMENT

PENJELASAN TUGAS
1. Pemimpin Umum (General Manager) 
Ia bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya terhadap hukum kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) dan kepada Pemimpin Usaha sepanjang menyangkut pengusahaan penerbitan. 
2. Pemimpin Redaksi 
Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. Di suratkabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jenderal atau komandan yang perintah atau kebijakannya harus dipatuhi bawahannya. Kewenangan itu dimiliki katena ia harus bertanggung jawab jika pemberitaan medianya “digugat” pihak lain. 
Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajukrencana (Editorial) yang merupakan opini redaksi (Desk opinion). Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun — dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi— yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual. 
3. Dewan Redaksi 


Dewan Redaksi biasanya beranggotakan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Wakilnya, Redaktur Pelaksana, dan orang-orang yang dipandang kompeten menjadi penasihat bagian redaksi. Dewan Redaksi bertugas memberi masukan kepada jajaran redaksi dalam melaksanakan pekerjaan redaksional. Dewan Redaksi pula yang mengatasi permasalahan penting redaksional, misalnya menyangkut berita yang sangat sensitif atau sesuai-tidaknya berita yang dibuat tersebut dengan visi dan misi penerbitan yang sudah disepakati. 
4. Redaktur Pelaksana 
Di bawah Pemred biasanya ada Redaktur Pelaksana (Managing Editor). Tanggung jawabnya hampir sama dengan Pemred/Wapemred, namun lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin langsung aktivitas peliputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan editor.
5. Redaktur 
Redaktur (editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor), Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb. Karena itu ia dikenal pula dengan sebutan “Jabrik” atau penanggung jawab rubrik. 
6. Redaktur Pracetak 

Setingkat dengan Redaktur/Editor adalah Redaktur Pracetak atau Redaktur Artistik. Ia bertanggung jawab menangani “Naskah Siap Cetak” (All In Hand/All Up) dari para redaktur, yaitu semua naskah berita yang sudah diturunkan ke percetakan dan sudah diset bersih, desain cover dan perwajahan (tataletak, lay out, artistik), dan hal-ihwal sebelum koran dicetak.
Bagian lain di yang berada di bawah koordinasi Redaktur Pracetak adalah Setter atau juruketik naskah. Ia bertugas mengetik naskah yang akan dimuat. Ada pula Korektor yang bertugas mengoreksi (membetulkan) kesalahan ketik pada naskah yang siap cetak. 
7. Reporter 
Di bawah para editor adalah para Reporter. Mereka merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya. 
8. Fotografer 
Fotografer (wartawan foto atau jurupotret) tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang setaraf dengan wartawan tulisa (reporter). 
Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan Foto Jurnalistik (Journalistic Photography, Photographic Communications). Fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan (to inform), meyakinkan (to persuade), dan menghibur (to entertain). 
9. Koresponden 

Selain reporter, media massa biasanya memiliki pula Koresponden (correspondent) atau wartawan daerah, yaitu wartawan yang ditempatkan di negara lain atau di kota lain (daerah), di luar wilayah di mana media massanya berpusat. 
10. Bidang Pendukung Redaksi 
Bagian yang tak kalah pentingnya untuk membantu kelancaran kerja redaksi adalah bagian Perpustakaan dan Dokumentasi serta bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Litbang memantau perkembangan sebuah penerbitan, survei pembaca, dan memberikan masukan-masukan bagi pengembangan redaksional dan bagian lainnya, termasuk pembinaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia 
11. Bagian Usaha (Business Department) 
Bertugas menyebarluaskan media massa, yakni melakukan pemasaran (marketing) atau penjualan (saling) media massa. Bagian ini merupakan sisi komersial meliputi sirkulasi/distribusi, iklan, dan promosi. 

Biasanya, bagian pemasaran dipimpin oleh seorang Pemimpin Perusahaan atau seorang Manajer Pemasaran (Marketing Manager) yang membawahkan Manajer Sirkulasi, Manajer Iklan, dan Manajer Promosi. 


CONTOH BANGUNAN ENTERTAINMENT

MILIK NEGARA

Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Siarannya ini masih berupa hitam putih.
Sumber :


Visi
Terwujudnya TVRI sebagai media utama penggerak pemersatu bangsa.
Adapun maksud dari Visi adalah bahwa TVRI di masa depan menjadi aktor utama penyiaran dalam menyediakan dan mengisi ruang publik, serta berperan dalam merekatkan dan mempersatukan semua elemen bangsa.
Misi 
- Menyelenggarakan siaran yang menghibur, mendidik, informatif secara netral, berimbang, sehat, dan beretika untuk membangun budaya bangsa dan mengembangkan persamaan dalam  keberagaman
- Menyelenggarakan layanan siaran multiplatfrom  yang berkualitas dan berdaya saing
- Menyelenggarakan tata kelola lembaga yang modern, transparan dan akuntabel
- Menyelenggarakan pengembangan dan usaha yang sejalan dengan tugas pelayanan publik

- Menyelenggarakan pengelolaan sumber daya proaktif dan andal guna meningkatkan pelayanan publik dan          kesejahteraan pegawai


Jumlah Karyawan di TVRI
Dalam bentuk Persero selama masa transisi ini, TVRI benar-benar diuji untuk belajar mandiri dengan menggali dana dari berbagai sumber antara lain dalam bentuk kerjasama dengan pihak luar baik swasta maupun sesama BUMN serta meningkatkan profesionalisme karyawan.
Karyawan TVRI pada Tahun Anggaran 2007 berjumlah 6.099 orang, terdiri atas 5.085 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.014 orang Tenaga Honor/Kontrak yang tersebar di seluruh Indonesia dan sekitar 1.600 orang di antaranya adalah karyawan Kantor Pusat dan TVRI Stasiun Pusat Jakarta.

MILIK SWASTA

MAJALAH TREN
merupakan Majalah Arsitektur, Interior, Properti & Gaya Hidup yang menjadi rujukan konsumen, kalangan arsitek, desainer interior, akademisi dan investor perorangan yang pertama di Indonesia.
Majalah yang diluncurkan sejak Desember 2005 ini memberikan pengetahuan praktis dan panduan mengenai tren dan kecenderungan baru dalam bidang Arsitektur, Interior, Properti & Gaya Hidup serta informasi teranyar seputar produk-produk premium dan high class.  
TREN dengan empat fokus utamanya (Arsitektur, Interior, Properti & Gaya Hidup) akan memberikan informasi secara cermat kepada konsumen sekaligus mengajak kalangan arsitek, desainer interior dan produsen terkait untuk berkreasi melalui rubrikasi majalah ini. Dengan demikian, majalah TREN tidak hanya layak dibaca konsumen, melainkan juga sangat pantas menjadi referensi bagi kalangan arsitek, pengembang, perbankan, produsen bahan bangunan, dan kalangan akademisi.
SUMBER :



SOLUSI

      BANGUNAN MILIK NEGARA
Pada bidang entertaining yang dimiliki negara, dengan tayangan yang sangat mendidik dengan penuh nilai moral yang dimiliki budaya bangsa, karena penayangan pun di atur oleh pemerintah yang memiliki tujuan untuk mempersatu bangsa dan mencerdaskan masyarakat yang menontonnya. Akan tetapi terkadang banyak orang yang kurang tertarik dengan tayangan pendidikan yang mereka anggap membosankan.
Solusi :
Mungkin pada tayangan bisa buat lebih menarik lagi dengan mengikuti kondisi zaman yang semakin modern, sesuaikan dengan masyarakat yang selalu ingin yang lebih canggih, dan pemerintah pun seharusnya memberipembaharuan terhadap pertelevisian milik negara agar tampak selalu menarik dimata masyarakat.

BANGUNAN MILIK SWASTA
Pada entertaining milik swasta terlihat lebih bebas dan terbuka karena bukan dimiliki oleh pemerintah, yang biasanya digunakan untuk menghibur dan memberi wawasan mengenai sekitar, akan tetapi masih banyak entertaining yang dimiliki swasta tidak menyisipkan  pendidikan untuk masyarakat dan hanya menyisipkan hiburan yang kadang tidak patut.
Solusi :
Walaupun bersifat hiburan mungkin akan lebih menarik lagi jika memberi unsur pendidikan, agar masyarakat menghilangkan anggapan bahwa pendidikan itu membosankan, dan agar setiap yang di tampilkan memiliki manfaat dan pengaruh yang baik terhadap masyarakat yang menikmatinya.

NAMA : RESTU LUSTIKA WULAN
NPM : 29314097
KELAS : 3TB04