Kamis, 11 September 2014

Sejarah Musik Plus Biografi Pemain Musik Jazz (Bantu Tugas Sekolah)



Perkembangan Musik Di Indonesia
Apabila dibandingkan dengan negara-negara lain, industri musik Indonesia sebenarnya termasuk yang beruntung. Keberuntungan Indonesia terletak pada akar budaya yang telah ditanamkan sejak orde lama.
Peran Soekarno yang dicemooh sebagai pembelengu kebebasan dalam ekspresi seni pasca keruntuhannya, saat ini justru harus dikaji sebagai orang yang berjasa menggali dan mempertahankan kebudayaan Indonesia dari gempuran budaya asing. Tanpa kebijakannya tersebut, rasanya sulit untuk mengatakan bahwa industri musik Indonesia akan ada pecinta setianya. Meskipun ada fakto-faktor lainnya seperti musisi-musisi Indonesia yang memanfaatkan momentum kebijakan tersebut dengan menciptakan berbagai musik dan lagu yang selaras dengan kebijakan Soekarno.


Untuk menciptakan kecintaan terhadap musik Indonesia, Soekarno juga mendorong kreativitas musisi dengan mendirikan Lokananta.Suatu perusahaan rekaman negara yang mendokumentasikan dan menyebarluaskan musik-musik Indonesia ke berbagai daerah.Kebijakan Soekarno yang antibarat telah mengakibatkan dominannya lagu-lagu berbahasa Indonesia dan lagu-lagu daerah di tanah air.
Era Soeharto, disengaja atau tidak, juga telah melanjutkan ke-Indonesia-an melalui musik terus berlanjut.Pada era pemerintahan Soeharto inilah industri musik Indonesia semakin berkembang. Soeharto tidak mengeluarkan kebijakan anti barat seperti yang dilakukan Soekarno, tetapi melalui kebijakannya yang menetapkan TVRI sebagai satu-satunya stasiun tv di Indonesia, telah menjaga keberuntungan industri musik Indonesia. Keberuntungan tersebut disebabkan TVRI hanya menyiarkan musik-musik Indonesia.TVRI merupakan media yang paling efektif untuk mengiklankan, secara tersembunyi, musik Indonesia sampai ke pelosok daerah.
Dibandingkan dengan negara tetangga, misalnya Malaysia dan Filipina pelaku industri musik di Indonesia seharusnya menyadari adanya kekuatan sumber daya budaya bangsa Indonesia dalam hal musik.Malaysia sudah digempur oleh label asing sejak tahun 1960-an, dalam ukuran industri karya-karya lokal Malaysia dapat dikatakan tidak berkembang terlalu baik. Pasar lokal mereka dikuasai oleh label asing. Pasar industri musik Malaysia sendiri sejak tahun 1960-an sudah menjadi pasar bagi industri musik Indonesia. Saat ini para pelaku industri musik di Malaysia sedang menunggu diberlakukannya ketentuan untuk membatasi lagu-lagu asing, termasuk.lagu Indonesia. Industri musik Malaysia menganggap perlu melindungi dirinya dari serbuan asing.Meskipun dilihat dari kacamata “semangat jaman” kebijakan pelaku industri Malaysia itu sudah tidak cocok lagi.

Filipina meskipun terkenal dengan kemampuan musisi dan penyanyinya yang banyak main di berbagai club dan hotel mancanegara ternyata tidak berdaya dalam industri musiknya sendiri.Sampai akhirnya beberapa musisi Filipina meminta kebijakan Presiden Marcos untuk memutar satu lagu Filipina dalam satu jam siaran di radio-radio swasta di Filipina. Hal itu disebabkan stasiun-stasiun radio di Filipina dalam jam siarnya hampir secara penuh menyiarkan lagu berbahasa Inggris dari penyanyi asing. Pada saat presiden Aquino, kebijakan itu berubah menjadi tiga lagu untuk satu jam siaran. Karena akar budaya yang tidak kuat dalam musik pop nya generasi muda Filipina lebih menyenangi musik barat daripada musiknya sendiri.
Dengan kenyataan seperti itu, harus dipertimbangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh generasi muda Malaysia dan Filipina untuk belanja musik pop asing. Dalam kasus di Malaysia, betapa frustasinya pelaku industri musik di Malaysia sehingga melemahkan semangat daya cipta mereka dan meminta kekuasaan pemerintah bertindak melindungi  pasar.
 
Akar musik nasional yang telah ditanamkan oleh Soekarno hampir sama dengan yang terjadi di Korea Selatan. Pada tahun 1960-1970-an  pemerintah Korea Selatan juga melakukan kebijakan yang sama dengan kebijakan Soekarno. Bedanya, di Indonesia pelarangan dilakukan saat kebudayaan Barat belum masuk secara intens, sementara di Korea Selatan pelarangan dilakukan ketika musik asing sudah intens sejak tahun 1950an. Pemerintah Korea Selatan pada tahun 1960-1970an menganggap bahwa generasi mudanya telah terpengaruh oleh budaya yang tidak sehat, seperti penggunaan rok mini dan gaya rambut yang kebaratan-baratan, dan terutama nyanyian yang tidak sehat. Untuk itu pemerintah melarang musik asing dan dikembangkanlah musik yang harus mencerminkan identitas nasional.

Langkah yang ditempuh Orde Lama dan Pemerintah Korea Selatan dalam melindungi kebudayaannya telah menghasilkan sesuatu yang sama pula yaitu Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memiliki akar budaya yang kuat. Akan tetapi, kita tidak seperti Korea Selatan yang telah mendunia melalui K-pop nya.Lewat akarnya yang kuat, ditunjang oleh manajemen yang baik, dan dukungan pemerintah, Korea Selatan telah berhasil menapaki industri musik dunia.Ini tentu bukan keberuntungan, melainkan kerja keras dan kecerdasan membaca pasar.

Seperti halnya Korea Selatan, industri musik Indonesia mempunyai modal sumber daya budaya yaitu bangsa Indonesia sebagai konsumen yang setia pada musiknya dan musisi yang kreatif. Akan tetapi,  hal tersebut tidak akan menunjukkan tingkat keberartian apabila tidak ditunjang manajemen yang baik dan dukungan pemerintah. Masalah-masalah klasik dalam industri musik harus segera dibenahi seperti pembajakan misalnya, dalam penelitian Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Universitas Indonesia (PPKB-UI) pada tahun 2005 telah memperlihatkan bahwa 46,50% konsumen musik di berbagai daerah sampel yang diteliti menyatakan bahwa mereka membeli musik bajakan. Angka ini kemungkinan terus bertambah, dan harus segera diambil tindakan “tanpa ampun” apabila pemerintah serius ingin mengembangkan industri kreatif.

Apabila dikaitkan dengan isu “industri musik Indonesia kiamat” yang salah satunya ditandai dengan penurunan angka penjualan album rekaman nasional, sebetulnya hanya menunjukkan adanya pergeseran dan perubahan saja.Pergeseran terjadi dari nasional menuju lokal. Munculnya indie label di berbagai daerah di Indonesia yang mempunyai pasar tidak hanya di dalam komunitas lokalnya melainkan sampai ke luar negeri. Indie label disini tidak hanya diartikan sebagai kelompok musik tertentu, melainkan segala kelompok musik, termasuk musik pop berbahasa daerah dan musik tradisional. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PPKB-UI di beberapa daerah di Indonesia yang sebelumya tidak mengenal industri rekaman, sejak sekitar lima tahun yang lalu mulai memperlihatkan hal yang berbeda. Teknologi yang semakin murah dan familiar telah menyebabkan minat masyarakat untuk membuat rekaman sendiri.

Kemunculan tv swasta lokal di berbagai daerah juga telah menyuburkan industri musik di daerah. Tv-tv swasta lokal di Bandung tentunya selalu memerlukan lagu-lagu berbahasa Sunda, penyanyi dan band-band lokal.Tv swasta lokal di Bali menampilkan artis lokalnya seperti Widi Widiane atau Lolot, demikian juga halnya J-TV di Jawa Timur Sony Joss menjadi bintangnya di sana. Munculnya lokalitas mungkin menjadi salah satu sebab mengapa angka penjualan album nasional menurun. Tetapi, di sisi lan telah menunjukkan adanya aktivitas industri rekaman di daerah yang angka penjualan sering tidak tercatat.

Sementara perubahan yang terjadi adalah dalam bentuk wujud musik, masa kaset dan cd hampir berlalu.Saat ini, wujud perdagangan musik yang berkembang di Indonesia adalah melalui internet dan Ring Back Tone (RBT).Dengan bergesernya konsumen kepada internet dan RBT telah memotong beberapa jalur distribusi industri, seperti distributor dan toko-toko kaset.Dan jelas menurunkan angka penjualan album rekaman dalam bentuk konvensional.Selain itu, saat ini produser rekaman harus berbagi keuntungan dengan provider telepon seluler.Akan tetapi, apakah angka penjualan secara keseluruhan dengan demikian dapat dikatakan menurun?Juga penghasilan artis apakah menurun?  Gejala penurunan angka penjualan album rekaman memang menurun secara global, tetapi angka penjualan digital secara global juga mulai menunjukkan trend yang meningkat.HP yang pernah dituduh sebagai salah satu penyebab turunnya penjualan album, karena generasi muda lebih banyak mengalokasikan dananya untuk pulsa daripada membeli lagu, ternyata telah menjadi penyelamat.Generasi muda adalah konsumen utama RBT. Selain itu,  RBT bebas dari pembajakan.
Dengan demikian pergeseran dan perubahan dalam industri musik inilah yang patut dicermati pelaku industri rekaman.Kiamat bagi musik industri musik Indonesia dapat terjadi apabila masyarakat Indonesia sudah tidak mau mendengarkan dan tidak mempunyai kreativitas dalam bermain musiknya.Hal itu dimungkinkan dengan serbuan musik asing, bukan hanya Barat, yang semakin gencar ke Indonesia.

Kegairahan anak-anak muda dalam skala nasional maupun daerah dalam bermusik harus disikapi sebagai peluang dalam industri musik.Penggalian dan pemasaran sumber daya budaya dalam industri musik harus dilakukan terus menerus.Bahkan harus dipikirkan secara serius untuk mengekspor musik Indonesia.Bukan hanya bertahan dari serbuan-serbuan musik asing.Keberhasilan mengekspor musik ke luar negeri akan membangkitkan kebanggaan. Umpan baliknya masyarakat kita akan semakin bangga terhadap musiknya. Korea bisa, kenapa kita tidak bisa?






Genre Musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Musik juga dapat dikelompokan sesuai dengan kriteria lain, misalnya geografi. Sebuah genre dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik.

Alternative Rock
Alternative Rock adalah aliran musik rock yang muncul pada tahun 1980-an dan menjadi sangat populer di tahun 1990. Nama “alternatif” ditemukan pada tahun 1980 untuk mendeskripsikan band-band punk rock yang tidak sesuai dengan aliran punk rock pada masanya. Sebagai jenis musik yang spesifik, rock alternatif mempunyai sub-aliran yang bervariasi, dari musik indie yang bermulai pada tahun 1980 dan menjadi populer pada tahun 1990; seperti indie rock, grunge, gothic rock, dan college rock. Aliran-aliran tersebut terkonsolidasi dengan ciri khasnya masing-masing.
Walaupun aliran alternatif terhitung sebagai aliran rock, tapi beberapa sub-alirannya terpengaruh oleh musik rakyat, reggae, musik elektronik, dan jazz. Dalam periode tertentu, istilah rock alternatif digunakan untuk menyebut musik rock dari band underground pada tahun 1980an, punk rock (termasuk punk itu sendiri), dan untuk musik rock itu sendiri pada tahun 1990an dan 2000an.
Contoh Band yang menggunakan genre Alternative Rock: Nirvana


Blues
Blues adalah sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS).
Musik blues berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak Afrika di AS. Penggunaan blue note dan penerapan pola call-and-response (di mana dua kalimat diucapkan/dinyanyikan oleh dua orang secara berurutan dan kalimat keduanya bisa dianggap sebagai “jawaban” bagi kalimat pertama) dalam musik dan lirik lagu-lagu blues adalah bukti asal usulnya yang berpangkal di Afrika Barat. Di era kini banyak Blues Lovers lahir.Mereka menyimak, belajar, menulis, memainkan, dan bikin album.
Musik blues mempunyai pengaruh yang besar terhadap musik populer Amerika dan Barat yang baru, seperti dapat terlihat dalam aliran ragtime, jazz, “blues rock”, “electric blues”, bluegrass, rhythm and blues, rock and roll, hip-hop, dan country, “reggae”, serta musik rock konvensional.
Contoh yang menggunakan genre Blues : (Alm)Ray Charles

Classical
Genre Classical merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.
Sejarah musik classical Barat
Contoh orang yang menggunakan Genre Classical : Mozart

Country
Genre Country adalah campuran dari unsur-unsur musik Amerika yang berasal dari Amerika Serikat Bagian Selatan dan Pegunungan Appalachia. Musik ini berakar dari lagu rakyat Amerika Utara, musik kelt, musik gospel, dan berkembang sejak tahun 1920-an. Istilah musik country mulai dipakai sekitar tahun 1940-an untuk menggantikan istilah musik hillbilly yang berkesan merendahkan. Pada tahun 1970-an, istilah musik country telah menjadi istilah populer. Istilah lain untuk genre musik ini adalah country and western, namun sudah semakin jarang dipakai kecuali di Britania Raya dan Irlandia.
Contoh orang yang menggunakan Genre Country: Taylor Swift

Easy Listening
Easy Listening merupakan genre yang gampang didengar oleh para pendengar musik.Biasanya Genre ini biasa dimainkan oleh Band-Band Indonesia.Easy Listening memiliki arti gampang didengar, berarti di Lagu yang ber genre Easy Listening memiliki Lirik yang mudah dihafalkan dan nada yang Slow.
Contoh Band yang menggunakan Genre Easy Listening : Ten2Five

Rock
Genre Rock adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun 50an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, musik country dari tahun 40 dan 50-an serta berbagai pengaruh lainnya. Selanjutnya, musik rock juga mengambil gaya dari berbagai musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.
Bunyi khas dari musik rock sering berkisar sekitar gitar listrik atau gitar akustik, dan penggunaan back beat yang sangat kentara pada rhythm section dengan gitar bass dan drum, dan kibor seperti organ, piano atau sejak 70-an, synthesizer. Disamping gitar atau kibor, saksofon dan harmonika bergaya blues kadang digunakan sebagai instrumen musik solo. Dalam bentuk murninya, musik rock “mempunyai tiga chords, bakcbeat yang konsisten dan mencolok dan melody yang menarik”.
Pada akhir tahun 60-an dan awal 70-an, musk rock berkembang menjadi beberapa jenis. Yang bercampur dengan musik folk (musik daerah di amerika) menjadi folk rock, dengan blues menjadi blues-rock dan dengan jazz, menjadi jazz-rock fusion. Pada tahun 70an, rock menggabungkan pengaruh dari soul, funk, dan musik latin. Juga di tahun 70an, rock berkembang menjadi berbagai subgenre (sub-kategori) seperti soft rock, glam rock, heavy metal, hard rock, progressive rock, dan punk rock. Sub kategori rock yang mencuat ditahun 80an termasuk New Wave, hardcore punk dan alternative rock. Pada tahun 90an terdapat grunge, Britpop, indie rock dan nu metal.
Contoh Band yang menggunakan Genre Rock : My Chemical Romance

Rap
Rap adalah salah satu unsur musik hip-hop.Rap merupakan teknik vokal yang berkata-kata dengan cepat, sementara pelakunya disebut rapper.Biasanya, rap diiringi oleh DJ maupun sebuah band.
Biasanya, rapper seperti penyanyi biasa, yaitu bernyanyi solo.Contohnya adalah Xzibit dan Jay-Z.Ada pula rapper yang menjadi anggota band, misalnya Mike Shinoda dari Linkin Park.Umumnya, rapper berkulit hitam karena banyak rapper berasal dari daerah pinggiran.Di antara sedikit rapper yang berkulit putih adalah Eminem dan Sean Paul.Rapper sering disebut pula dengan MC (Master of Ceremony).
Contoh orang yang menggunakan genre Rap : Igor Saykoji

Jazz
Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.
Contoh orang yang menggunakan Genre Jazz : Bob James

Death Metal
Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt) atau geraman maut (death growl).Teknik menyanyi seperti ini juga sering disebut “Cookie Monster vocals”.
Contoh Band yang menggunakan Genre Death Metal : The Berzerker

J-Pop
J-pop adalah istilah yang digunakan untuk musik populer Jepang yang memasuki arus utama musik Jepang pada tahun 1990-an. Istilah J-pop digunakan untuk membedakannya dari enka dan musik rakyat min’yo. “J-pop” modern berakar dari musik tahun 1960-an seperti yang dimainkan The Beatles,dan menggantikan kayokyoku (musik pop Jepang hingga 1980-an) dalam dunia musik Jepang. Istilah J-pop diciptakan media massa Jepang untuk membedakannya dari musik asing, dan sekarang merujuk kepada hampir semua musik populer di Jepang. Menurut data tahun 2006 dari International Federation of the Phonographic Industry, industri musik Jepang memiliki industri musik terbesar nomor dua di dunia, dan hanya berada di bawah Amerika Serikat.
Contoh kelompok yang menggunakan Genre J-Pop : Arashi

New Age
Music New Ages adalah sebuah aliran music yang mampu memberikan sebuah salah satu pengalaman sbb: positif,relaks,insipirasi,nyaman,semangat,ada unsur kebudayaan
oleh sebab itu tidaklah heran kalau kita bisa menyukai sebuah music new ages dengan bahasa yang sama sekali kita tidak mengerti, atau sebuah lagu yang sudah diciptakan beratus2 tahun yang lalu yang mungkin hanya dicipakan dengan alat music dan suara vokal seadanya
Music adalah ekspresi dari jiwa.
Mungkin anda yang pernah mendengar lagu new ages pasti sangat mengerti kenapa anda bisa mencintai music ini.
Contoh Orang yang menggunakan Genre New Age : Paul Schwartz

R&B
R&B adalah genre musik populer yang menggabungkan jazz, gospel, dan blues, yang pertama kali diperkenalkan oleh pemusik Afrika-Amerika.Pada tahun 1948, perusahaan rekaman RCA Victor memasarkan musik kaum kulit hitam yang disebut Blues and Rhythm. Pada tahun yang sama, Louis Jordan mendominasi lima besar tangga lagu R&B dengan tiga lagu, dan dua dari lagunya berdasar pada ritme boogie-woogie yang terkenal pada tahun 1940-an. Band Jordan, Tympany Five (1938) terdiri dari dirinya sebagai vokal dan pemain saksofon beserta musisi-musisi lain sebagai pemain trompet, saksofon tenor, piano, bas, dan drum.Istilah ini pertama kali dipakai sebagai istilah pemasaran dalam musik di Amerika Serikat pada tahun 1947 oleh Jerry Wexler yang bekerja pada majalah Billboard. Istilah ini menggantikan istilah musik ras dan kategori Billboard Harlem Hit Parade pada Juni 1949. Tahun 1948, RCA Victor memasarkan musik kulit hitam dengan nama Blues and Rhythm. Frasa tersebut dibalik oleh Wexler di Atlantic Records, yang menjadi perusahaan rekaman yang memimpin bidang R&B pada tahun-tahun awal.
Contoh Orang yang menggunakan genre R&B : Justin Timberlake


J-Rock
J-Rock atau Japanese rock digunakan untuk menyebut genre musik rock yang ada di Jepang.
Aliran musik J-Rock menjadi populer di Indonesia berkat kepopuleran penayangan anime di televisi dengan lagu tema (soundtrack) yang dibawakan penyanyi dan kelompok musik Jepang.Sejarah J-Rock dimulai tahun 1957 dengan dikenalnya musik rock di Jepang bersamaan dengan puncak kepopuleran rockabilly yang merupakan salah satu gaya rock ‘n’ roll.
Rockabilly yang dimulai di berbagai kelab jazz melahirkan penyanyi rockabilly seperti Mickey Curtis, Masaaki Hirao, dan Keijiro Yamashita. Pada bulan Februari 1958, ketiganya tampil dalam konser Westan Kanibaru I (Western Carnival I) di gedung pertunjukan bernama Nihon Gekijo, Tokyo.
Di akhir dekade 1950-an, kepopuleran rockabilly yang mulai surut digantikan era Kaba Popsu (cover pops) yang terdiri dari berbagai jenis musik. Di antara tokoh cover pops terdapat musisi seperti Yuya Uchida dan Isao Bito yang berakar pada genre rockabilly. Selain itu, cover pops dengan gaya Liverpool Sound lahir mengikuti kepopuleran grup-grup musik seperti The Beatles di sekitar tahun 1963.
Contoh Band Yang menggunakan Genre J-rock : Flow & J-Rocks

Reggae
Reggae merupakan irama musik yang berkembang di Jamaika.Reggae mungkin jadi bekas di perasaan lebar ke menunjuk ke sebagian terbesar musik Jamaika, termasuk Ska, rocksteady, dub, dancehall, dan ragga. Barangkali istilah pula berada dalam membeda-bedakan gaya teliti begitu berasal dari akhir 1960-an. Reggae berdiri di bawah gaya irama yang berkarakter mulut prajurit tunggakan pukulan, dikenal sebagai “skank”, bermain oleh irama gitar, dan pemukul drum bass di atas tiga pukulan masing-masing ukuran, dikenal dengan sebutan “sekali mengeluarkan”. Karakteristik, ini memukul lambat dari reggae pendahuluan, ska dan rocksteady.
Contoh Band yang menggunakan genre Reggae : Steven And Coconut Treez

Techno
Genre Techno adalah aliran Musik yang menggunakan tema futuristik.Musik Techno juga dipakai di Club-Club malam dan biasanya Musik ini dimainkan oleh seorang DJ.Musik ini tidak dimainkan dengan alat musik tradisional seperti Gendang, Gitar, Sasando, dll.Dia menggunakan alat musik Digital seperti Dj Maker yang biasa dipakai untuk me-remix musik yang sudah ada menjadi musik yang bertema Futuristik.
Contoh orang yang menggunakan Genre Techno: Daft Punk

World
Dunia musik adalah istilah umum untuk kategori musik global, seperti musik tradisional atau musik rakyat dari sebuah budaya yang diciptakan dan dimainkan oleh musisi adat dan erat terkait dengan musik dari daerah asal mereka. Genre ini biasanya lebih mengandung lagu-lagu rakyat yang sangat lama, Misalnya Sekitar 0-800 Masehi bahkan bisa sebelum Masehi
Contoh Orang yang menggunakan genre World : Aeson

Dangdut
Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia.Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.
Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.
Contoh orang yang menggunakan Genre Dangdut: Rhoma Irama



Sejarah musik jazz dunia
Jazz adalah musik tradisional amerika yang perkembangannya bermula pada akhir abad 19 dan awal abad 20 dalam komunitas afro Amerika di daerah Amerika selatan. Musik ini merupakan pertemuan antara musik Eropa dan musik Afrika.
Kata Jazz sendiri berasal dari bahasa "slang" daerah pantai barat Amerika dan pertama kali digunakan untuk menerangkan musik ini di Chicago pada tahun 1915. Semenjak berkembang pada awal abad ke 20 jazz telah berkembangmenjadi berbagai macam genre. Dari era ragtime pada awalnya, ke era bigband dan swing pada tahun 1930 dan 1940, bebop pada pertengahan 1940-an, perkembangan ke arah latin jazz, semacam afro cuban dan brazillian pada 1950 dan 1960, jazz rock atau fusion dari tahun 1970 dan perkembangan terakhir seperti acid jazz, world music, trip hop, cross over, etc..
Semenjak revolusi jazz 1960, musik jazz justru semakin terpisah dari aliran musik yang lain. Memang, musik jazz kemudian benar-benar berkembang menjadi sebuah musik dengan tingkat kesulitan tinggi sebagaimana musik klasik. Sejak sekitar tahun 1950, music jazz telah bergeser menuju komunitas intelektual dan akademisi.





Sejarah Musik Jazz Di Indonesia
Sejarah musik jazz di Indonesia diawali dari banyaknya pendapat tentang sejarah lahirnya musik jazz di Indonesia. Menurut Sudibyo Pr, yang merupakan seseorang pecinta jazz, sejarah musik jazz di Indonesia lahir dari pemain jazz yang berasal dari Aceh. Ia juga menambahkan bahwa pemain jazz pertama kali adalah seorang tentara. Dan para pemain musik jazz itu dipanggil untuk menghibur para pejabat tinggi Belanda dan orang-orang Indonesia yang haknya disamakan oleh orang Belanda. Pendapat lain menyebutkan bahwa sejarah musik jazz di Indonesia bersamaan dengan merebaknya musik jazz di New Orleans, Amerika di tahun 1900-an. Dan di tahun 1920 tercatat ada band bernama Black & White yang di pimpin oleh musisi yang nasionalis bernama Wage Rudolf Supratman dan band tersebut terbentuk di kota Makassar. Di tahun 1930-an juga di jakarta lahir sebuah band beraliran jazz bernama Melody Makers yang dimotori oleh Jacob Sigarlaki. Pendapat lain tentang sejarah musik jazz di Indonesia adalah musik jazz di Indonesia pertama kali dimainkan di tahun 1922. di tahun tersebut, terdapat seorang pemain saksofon dari Belanda yang datang ke Indonesia membawa teman-temannya dan membentuk sebuah band yang beraliran musik jazz.
Terlepas dari hal itu sejarah musik jazz di Indonesia kemudian berkembang, di tahun 1940-an lahir grup band beraliran musik jazz bernama Jolly Strings yang dibentuk oleh Hein Turangan di Jakarta. Di tahun 1940-an juga muncul seorang kritikus jazz bernama Harry Liem yang aktif menulis di koran Jazz Wereld. Namun, setelah Perang Dunia II, Harry Liem pindah ke Amerika dan karir sebagai penulis jazz pun ia teruskan disana. Sejarah musik jazz di Indonesia kemudian berlanjut di tahun 1950-an, di tahun tersebut ada seorang pemain piano yang bernama Nick Marnahit, ia merilis sebuah album berjudul “Sarinande”. Saat itu Nick didukung oleh Bart Risakotta seorang pemain drum dan Jim Espehana seorang pemain bass.
Sejarah Musik Jazz Di Indonesia Tahun 60-an
Sejarah musik jazz di Indonesia kemudian masuk ke tahun 1960-an, di tahun 1960-an muncul nama Billy Saragih, yang kemudian Billy Saragih dikenal lewat kelompok The Jazz Raiders, awalnya grup ini dibentuk oleh Didi Pattirane, namun setelah Didi Pattirane keluar grup musik ini kemudian diteruskan oleh Didi Tija dan Billy Saragih. Sejarah musik jazz di Indonesia pada tahun 1960-an sedikit pasang surut karena terjadi pergolakan politik yang kemudian mempengaruhi perkembangan musik jazz di Indonesia. Para musisi jazz memainkan musik jazz secara sembunyi-sembunyi karena musisi dan penggemar musik jazz saat itu dituduh sebagai antek imperialis.
                                                                                          
Setelah tuduhan itu, dalam sejarah musik jazz di Indonesia, di tahun 1967 muncul grup musik jazz bernama Indonesia All Stars dan membuat kejutan untuk pecinta musik jazz dunia karena berhasil tampil di ajang “Berlin Jazz Festival”. Saat itu Indonesia All Stars berlatih dengan susah payah dan dengan segala keterbatasan. Grup ini terdiri dari Bubi Chen (piano), Jopie Chen (bass), Jack Lesmana (gitar), Benny Mustapha Van Diest (drum) dan juga Maryono (saksofon). Lagu-lagu yang mereka suguhkan disebut sebagai “jazz ala Indonesia”, mereka mampu untuk membawakan lagu “Djanger Bali” dan “Ku Lama Menanti” yang apabila disingkat menjadi KLM, dan ini menjadi “ucapan penghargaan dan terima kasih” atas dukungan perusahaan penerbangan Belanda, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij atau disingkat KLM yang memfasilitasi keberangkatan Indonesia All Stars. Dalam sejarah musik jazz di Indonesia, Bubi Chen dalam ajang “Berlin Jazz Festival” tersebut mendapatkan respon yang positif dari para penulis jazz internasional, kemudian ia disebut sebagai pianis jazz terbaik di Asia dan mendapat julukan sebagai “Art Tatum Of Asia”. Art Tatum sendiri merupakan seorang pianis jazz terbesar yang meninggal di tahun 1956, setelah mengeluarkan 13 album solo.

Text Box: Indra Lesmana (lahir di Jakarta, 28 Maret 1966) adalah salah satu musisi jazz berbakat dari Indonesia, yang merupakan anak dari tokoh jazz Indonesia, Jack Lesmana dan penyanyi senior Indonesia di tahun 60-an Nien Lesmana

Indra Lesmana (lahir di Jakarta, 28 Maret 1966) adalah salah satu musisi jazz berbakat dari Indonesia, yang merupakan anak dari tokoh jazz Indonesia, Jack Lesmana dan penyanyi senior Indonesia di tahun 60-an Nien Lesmana
Selain itu ia juga adalah adik kandung dari produser film Indonesia, Mira Lesmana dan mantan suami dari salah satu penyanyi Indonesia, Sophia Latjuba.
Ia juga pernah menjadi salah satu juri dari Indonesian Idol (2004-2008).

Biografi
-Awal Karier

Karier Indra dalam dunia musik dimulai saat usianya baru 10 tahun.Ia tampil bersama ayahnya di Bandung pada bulan Maret 1976 dengan instrumen keyboard. Dua bulan kemudian, bertempat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Indra bermain keyboards dalam sebuah konser jazz yang melibatkan musisi senior seperti Jack Lesmana, Benny Likumahuwa, dan penyanyi Broery Marantika. Tahun 1978, Indra mulai merekam dan merilis album pertamanya "Ayahku Sahabatku". Sejak awal, gaya bermusik Indra telah banyak dipengaruhi oleh gaya John Coltrane, Miles Davis, Mc Coy Tyner dan Charlie Parker, yang dipelajarinya melalui rekaman mereka.


Tahun 1978, Indra bersama ayahnya berkesempatan pergi ke Australia untuk tampil dalam pekan budaya ASEAN Trade Fair.Saat itulah, atas saran ayahnya, Indra mecoba untuk mengikuti ujian masuk di Conservatorium of Music dan akhirnya diterima. Atas bantuan Kedutaan Australia, Indra mendapatkan beasiswa penuh untuk sekolah di New South Wales Conservatory School of Music di Sydney. Tak hanya itu, Kementrian luar negeri Australia pun memberikan izin menetap bagi Indra dan keluarganya.

Selama di Australia, Indra mendapatkan banyak ilmu dari Don Burrows, Roger Frampton dan Paul Mc Namara. Karier musiknya berkembang bersama dengan musisi Australia terutama bersama kelompok musik jazz kenamaan, seperti the Basement dan Soup Plus.Indra juga berpartisipasi dalam Manly Jazz Festival setiap tahunnya sampai tahun 1985. Selain itu, Indra juga bertemu musisi jazz tingkat dunia, seperti Chick Corea, Dizzy Gillespie, Mark Murphy, David Baker, dan Terumasa Hino dan beruntung bisa berbagi pengalaman bersama mereka.

Bersama ayahnya, Indra membentuk band bernama "Jack and Indra Lesmana Quartet bersama Karim Suweileh dan James Morrison. Mereka merilis album “ Children of Fantasy “ tahun 1981 saat berkunjung ke Indonesia. Saat kembali ke Australia, Indra membentuk band yang beraliran latin-jazz-fusion bersama Jack Lesmana, Steve Brien, Dale Barlow, Tony Thijssen and Harry Rivers. Band ini mengunjungi Indonesia bulan Agustus 1982 dan melakukan tur di 13 kota.

Indra mengembangkan gaya jazz-fusion-nya dengan membentuk band baru. Bersama Steve Hunter, Andy Evans, Ken James, Vince Genova, dan Carlinhos Gonzalves, Indra membentuk "Nebula" tahun 1982. Dalam album pertama mereka bertajuk "No Standing" terdapat 4 karya original Indra ( No Standing, The First, Sleeping Beauty, ‘Tis time to part ) dan ciptaan Steve Hunter, Samba for ET. Tahun 1983, Indra bergabung dengan Sandy Evans, Tony Buck dan Steve Elphick membentuk band beraliran jazz modern "Women and Children First". Album perdana mereka direkam tahun 1983.


Bakat bermusik Indra tercium oleh industri jazz Amerika. Zebra Records, perusahaan rekaman cabang dari MCA Records, menyatakan keinginan mereka untuk merilis album "No Standing" sebagai album solo Indra Lesmana. Kesepakatan tercapai tahun 1984 dan album tersebut dirilis di Amerika Serikat.Indra pindah ke Amerika Serikat tahun 1985.Ia pun membuat rekaman di Mad Hatter Studio dengan Vinnie Colaiuta, Michael Landau, Jimmy Haslip, Airto Moreira, Charlie Hadden, Bobby Shew, dan Tooty Heath untuk albumnya yang bertajuk "For Earth and Heaven". Album tersebut di rilis tahun 1986 dan menjadi album internasionalnya yang kedua bersama Zebra Records. Kedua singlenya, "No Standing" (dari album "No Standing) dan dan "Stephanie" (dari album For Earth and Heaven) berhasil menduduki Billboard Charts untuk Jazz dan nomor satu di charts radio di Amerika Serikat.

Tak hanya dengan musisi jazz dunia, Indra pun seringkali berkolaborasi dengan musisi jazz tanah air. Sebut saja Gilang Ramadhan yang telah beberapa kali membuat kelompok musik dan album bersama, diantaranya mereka tergabung dalam PIG (bersama Pra Budi Dharma}, Java Jazz (bersama Mates, Donny Suhendra dan Embong Rahardjo).

Indra menjadi ikon jazz Indonesia dan menjadi musisi paling aktif dengan lebih dari 200 komposisi original, dan hampir 50 album, dengan 18 album solonya. Selain itu, Indra pun menjadi memproduseri beberapa album artis kenamaan tanah air, seperti Titi DJ (album Ekspresi), Sophia Latjuba (album Hanya Untukmu, Tiada Kata), Ermy Kulit (album Saat yang Terindah).Indra juga menggarap album soundtrack Text Box: Indra menjadi ikon jazz Indonesia dan menjadi musisi paling aktif dengan lebih dari 200 komposisi original, dan hampir 50 album, dengan 18 album solonya"Rumah ke Tujuh", yang diproduseri kakaknya, Mira Lesmana.

Indra pernah berpacaran selama 8 tahun dengan Titi DJ dan sempat berkolaborasi dengan membuat beberapa album dan lagu.Namun akhirnya Indra menikah dengan Sophia Latjuba dan mempunyai seorang anak perempuan, Eva Celia Lesmana.Namun pernikahan tersebut kandas. Indra pun menikah lagi dengan Hanny Trihandojo dan dikaruniai dua anak : Devo Lesmana dan Ravi Lesmana




Diskografi
Album :
  •   Ayahku Sahabatku – sbg penyanyi (1978)
  •   Children of Fantasy – sbg pianis (1981)
  •   No Standing – sbg pianis (1982)
  •   Nostalgia – sbg penyanyi (1982)
  •   Latin Jazz Fusion (Special Edition) – sbg pianis (1982)
  •   Women And Children First – sbg pianis (1983)
  •   No Standing – sbg pianis (1984)
  •   Tragedi – sbg penyanyi (1984)
  •   Yang Pertama Yang Bahagia – sbg produser (1984)
  •   For Earth And Heaven – sbg pianis (1986)
  •   Karina – sbg penyanyi (1986)
  •   Gemilang – sbg pianis (1986)
  •   Jack & Indra Lesmana Various – sbg penyanyi (1986)
  •   La Samba Primadona -  sbg pianis (1987)
  •   Semakin Menawan – sbg penyanyi (1987)
  •   Kau Datang – sbg pianis (1988)
  •   Ekspresi – sbg produser (1988)
  •   Dunia Boleh Tertawa – sbg penyanyi (1989)
  •   TITI DJ 1989 – sbg produser (1989)
  •   Aku Ingin – sbg penyanyi (1990)
  •   Adegan – sbg pianis (1990)
  •   Cerita Lalu – sbg penyanyi (1992)
  •   Selangkah Di Depan – sbg penyanyi (1992)
  •   Hanya Untukmu – sbg produser (1992)
  •   Biarkan Aku Kembali – sbg penyanyi (1993)
  •   Tiada Kata – sbg produser (1994
  •   Waktu Berjalan – sbg penyanyi (1994)
  •   Kehadiran – sbg penyanyi (1994)
  •   Ayah – sbg penyanyi (1994)
  •   Kabut Di Kaki Langit – sbg produser (1994)
  •   Jalan Yang Hilang – sbg penyanyi (1996)
  •   Romantic Piano – sbg pianis (1996) 
  •   Jalan Hidupmu – sbg penyanyi & produser (1996)
  •   Menari-nari – sbg produser (1996)
  •   Lost  Forest – sbg pianis & produser (1997)
  •   Selamat Tinggal – sbg penyanyi & produser (1997)
  •   Kedua – sbg penyanyi & produser (1998)
  •   Sabda Prana – sbg penyanyi & produser (1998)
  •   Saat Yang Terindah – sbg produser (1999)
  •   Interaksi – sbg Co. prooduser (2000)
  •   Reborn – sbg pianis & produser (2000)
  •   The Birds – sbg penyanyi & produser (2001)
  •   Kinanti – sbg produser (2002)
  •   Ost. Rumah Ku Tujuh – sbg pianis & produser (2002)
  •   Gelatik – sbg penyanyi &produser (2003)
  •   Silver – sbg penyanyi & produser (2005)
  •   Kayon – sbg pianis & produser (2007)
  •   Joy Joy Joy – sbg pianis & produser (2009)

Penghargaan
  •   Best Jazz/Pop Keyboards Instrumentalist - Gadis [1989]
  •   Best Pop Selling Album : “Aku Ingin“ - BASF Awards [1990]
  •   Diamond Achievement Awards - De Beers Diamond [1995]
  •   Best Jazz/Fusion Album – producer : “ Ermi Kullit - Saat Yang Terindah “ - 4th AMI Awards [2000]
  •   Best Jazz Vocalist - News Music Awards [2001]
  •   Best Keyboardist - News Music Awards [2001]
  •   Best Instrumental Song : “ Reborn “ - 5th AMI Awards [2001]
  •   Best Jazz/Contemporary Jazz Album – producer : “ Andien - Kinanti “ - 6th AMI Awards [2002]
  •   Best Score/Soundtrack : “ Rumah Ke Tujuh “- Festival Film Bandung [2003]
  •   Best Jazz/Contemporary Jazz Artist - 7th AMI Awards [2003]
  •   Best Jazz Song : “Mimpi & Rumah ke Tujuh“ - 7th AMI Awards [2003]
  •   Best Jazz Arranger : “Mimpi & Rumah ke Tujuh“ - 7th AMI Awards [2003]
  •   Best Jazz Producer : “OST Rumah ke Tujuh“ - 7th AMI Awards [2003]
  •   Most Radical Musician : Nokia 7600 [2004]