Minggu, 11 Januari 2015

Tugas ISD pertentangan sosial dan integrasi masyarakat dan pengalaman

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

PERBEDAAN KEPENTINGAN

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu dan sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu di dalam manifestasi pemenuhan dari kepentingan tersebut.

Berikut ini merupakan factor perbedaan tersebut :

a. Faktor bawaan

b. Faktor Lingkungan Sosial

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETHOSENTRIS

●Prasangka merupakan dasar pribadi seseorang yang setiap orang memilikinya, sejak masih kecil unsur sikap bermusuhan sudah nampak
●Diskriminasi lebih menunjukkan pada aspek-aspek tindakan
●Etnosentrisme merupakan sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI DALAM MASYARAKAT

Pertentangan sosial merupakan suatu konflik yang biasanya timbul akibat faktor-faktor sosial, contohnya salah paham

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial,antara lan:
• Rasa iri antara satu sama lain
• Adanya rasa tidak puas dengan perlakuan atau tindakan yang diterima dan diberikan oleh orang lain
• Adanya adu domba diantara masyarakat, kelompok, atau di dalam pemerintahan

Integrasi berasal dari bahasa inggris integration yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Dapat dikatakan pula integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan bermasyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Bentuk integrasi sosial, antara lain:

a. Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai ciri budaya asli

b. Akulturasi, yaitu penerimaan kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya integrasi dalam masyarakat:

1. Faktor internal

a) Kesadaran diri sendiri

b) Tuntutan kebutuhan

c) Jiwa dan semangat gotong royong

2. Faktor eksternal

a) Tuntutan perkembangan zaman

b) Persamaan kebudayaan

c) Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama

d) Persamaan visi, misi, dan tujuan

e) Sikap toleransi

f) Adanya tantangan dari luar

3. Homogenitas kelompok

4. Besar kecilnya kelompok

5. Mobilitas geografis

6. Efektivitas komunikasi

7. Integrasi antara dua hati

■Syarat berhasilnya integrasi sosial:

• Bisa mengendalikan perbedaan atau konflik yang terjadi, bukan malah sebaliknya

• Setiap warga dapat saling mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya

Integrasi sosial (masyarakat) dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluaruhan.
■Beberapa permasalahan integrasi nasional

a) Perbedaan Ideoloogi

b) Kondisi masyarakat yang majemuk

c) Masalah territotial daerah yang berjarak cukup jauh

d) Pertumbuhan partai politik

■Upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain:

a) Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara terhadap ideologi nasional

b) Membuka isolasi antar berbagai kelompok dengan membangun sarana komunikasi, informasi, dan transportasi

c) Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional

d) Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing

Integrasi nasional merupakan masalah yang dialami oleh semua negara yang ada di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapi.

■Faktor-faktor pendorong integrasi nasional sebagai berikut :

1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.

2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa indonesia sebagai mana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa indonesia, sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.

4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan.

5. Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera merah putih, lagu kebangsaan indonesia raya, bahasa kesatuan bahasa indonesia.

Kesimpulan

Perbedaan kepentingan dalam suatu individu menimbulkan perbedaan tingkah laku suatu individu dalam pemenuhan kepentingan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Perbedaan tingkah laku ini pula yang seringkali menimbulkan prasangka terhadap suatu individu atau golongan karena tidak sesuainya tingkah laku, norma, atau kebudayaan orang lain dengan yang ia miliki. Ketika prasangka ini muncul, maka timbul pula tindakan untuk mendiskriminasi individu atau golongan tersebut dan hal ini akan menyebabkan teradinya pertentangan sosial yang sering terjadi di kehidupan masyarakat.

Untuk mengatasi pertentangan sosial maka dilakukanlah integrasi sosial yang berupa penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasikan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Dalam skala besar, dapat dilakukan integrasi nasional yang berfungsi untuk menyatukan atau memadukan masyarakat-masyarakat yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.

Pengalaman saya tentang tema yang saya usung

Saat itu ada seorang anak dari suatu keluarga kecil yang dicap sebagai biang masalah oleh warga sekitarnya, padahal anak itu sama sekali tidak seperti orangtuanya yang biang masalah di daerah itu, tapi karena keluarga itu sudah di cap biang masalah, setiap anak itu melakukan sesuatu pasti saja digunjung oleh orang lain.
Pada suatu hari anak itu menolong seorang asing yang terkena musibah, tapi orang disekitarnya berprasangka buruk, orang orang di sekitarnya kira kalau anak itu mencelakakan orang itu, lalu anak itu difitnah terus menerus, lalu anak itu menjelaskan bahwa semua itu salah paham, dia hanya menolong seseorang yang sedang terkena musibah, dan menjelaskan bahwa anak itu tidak seperti orangtuanya yang biang masalah, dan akhirnya orang orang di lingkungan anak itu bisa menerima anak itu tanpa berprasangka buruk.

Restu lustika wulan
(29314097)
1TB04

Tugas ISD pertentangan sosial dan integrasi masyarakat dan pengalaman

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

PERBEDAAN KEPENTINGAN

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu dan sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu di dalam manifestasi pemenuhan dari kepentingan tersebut. Secara psikologis ada 2 jenis kepentingan dalan diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis. Individu satu berbeda dengan individu yang lainya.

Berikut ini merupakan factor perbedaan tersebut :

a. Faktor bawaan

b. Faktor Lingkungan Sosial

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETHOSENTRIS

●Prasangka merupakan dasar pribadi seseorang yang setiap orang memilikinya, sejak masih kecil unsur sikap bermusuhan sudah nampak
●Diskriminasi lebih menunjukkan pada aspek-aspek tindakan
●Etnosentrisme merupakan sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI DALAM MASYARAKAT

Pertentangan sosial merupakan suatu konflik yang biasanya timbul akibat faktor-faktor sosial, contohnya salah paham

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial,antara lan:
• Rasa iri antara satu sama lain
• Adanya rasa tidak puas dengan perlakuan atau tindakan yang diterima dan diberikan oleh orang lain
• Adanya adu domba diantara masyarakat, kelompok, atau di dalam pemerintahan

Integrasi berasal dari bahasa inggris integration yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Dapat dikatakan pula integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan bermasyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Bentuk integrasi sosial, antara lain:

a. Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai ciri budaya asli

b. Akulturasi, yaitu penerimaan kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya integrasi dalam masyarakat:

1. Faktor internal

a) Kesadaran diri sendiri

b) Tuntutan kebutuhan

c) Jiwa dan semangat gotong royong

2. Faktor eksternal

a) Tuntutan perkembangan zaman

b) Persamaan kebudayaan

c) Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama

d) Persamaan visi, misi, dan tujuan

e) Sikap toleransi

f) Adanya tantangan dari luar

3. Homogenitas kelompok

4. Besar kecilnya kelompok

5. Mobilitas geografis

6. Efektivitas komunikasi

7. Integrasi antara dua hati

■Syarat berhasilnya integrasi sosial:

• Bisa mengendalikan perbedaan atau konflik yang terjadi, bukan malah sebaliknya

• Setiap warga dapat saling mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya

Integrasi sosial (masyarakat) dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluaruhan.
■Beberapa permasalahan integrasi nasional

a) Perbedaan Ideoloogi

b) Kondisi masyarakat yang majemuk

c) Masalah territotial daerah yang berjarak cukup jauh

d) Pertumbuhan partai politik

■Upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain:

a) Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara terhadap ideologi nasional

b) Membuka isolasi antar berbagai kelompok dengan membangun sarana komunikasi, informasi, dan transportasi

c) Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional

d) Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing

Integrasi nasional merupakan masalah yang dialami oleh semua negara yang ada di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapi.

■Faktor-faktor pendorong integrasi nasional sebagai berikut :

1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.

2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa indonesia sebagai mana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa indonesia, sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.

4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan.

5. Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera merah putih, lagu kebangsaan indonesia raya, bahasa kesatuan bahasa indonesia.

Kesimpulan

Perbedaan kepentingan dalam suatu individu menimbulkan perbedaan tingkah laku suatu individu dalam pemenuhan kepentingan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Perbedaan tingkah laku ini pula yang seringkali menimbulkan prasangka terhadap suatu individu atau golongan karena tidak sesuainya tingkah laku, norma, atau kebudayaan orang lain dengan yang ia miliki. Ketika prasangka ini muncul, maka timbul pula tindakan untuk mendiskriminasi individu atau golongan tersebut dan hal ini akan menyebabkan teradinya pertentangan sosial yang sering terjadi di kehidupan masyarakat.

Untuk mengatasi pertentangan sosial maka dilakukanlah integrasi sosial yang berupa penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasikan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Dalam skala besar, dapat dilakukan integrasi nasional yang berfungsi untuk menyatukan atau memadukan masyarakat-masyarakat yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Pada akhirnya persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur, aman dan tentram

Pengalaman saya tentang tema yang saya usung

Saat itu ada seorang anak dari suatu keluarga kecil yang dicap sebagai biang masalah oleh warga sekitarnya, padahal anak itu sama sekali tidak seperti orangtuanya yang biang masalah di daerah itu, tapi karena keluarga itu sudah di cap biang masalah, setiap anak itu melakukan sesuatu pasti saja digunjung oleh orang lain.
Pada suatu hari anak itu menolong seorang asing yang terkena musibah, tapi orang disekitarnya berprasangka buruk, orang orang di sekitarnya kira kalau anak itu mencelakakan orang itu, lalu anak itu difitnah terus menerus, lalu anak itu menjelaskan bahwa semua itu salah paham, dia hanya menolong seseorang yang sedang terkena musibah, dan menjelaskan bahwa anak itu tidak seperti orangtuanya yang biang masalah, dan akhirnya orang orang di lingkungan anak itu bisa menerima anak itu tanpa berprasangka buruk.


Restu lustika wulan
(29314097)
1TB04

Tugas ISD pertentangan sosial dan integrasi masyarakat dan pengalaman

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

PERBEDAAN KEPENTINGAN

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu dan sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu di dalam manifestasi pemenuhan dari kepentingan tersebut. Secara psikologis ada 2 jenis kepentingan dalan diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis. Individu satu berbeda dengan individu yang lainya.

Berikut ini merupakan factor perbedaan tersebut :

a. Faktor bawaan

b. Faktor Lingkungan Sosial

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETHOSENTRIS

●Prasangka merupakan dasar pribadi seseorang yang setiap orang memilikinya, sejak masih kecil unsur sikap bermusuhan sudah nampak
●Diskriminasi lebih menunjukkan pada aspek-aspek tindakan
●Etnosentrisme merupakan sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI DALAM MASYARAKAT

Pertentangan sosial merupakan suatu konflik yang biasanya timbul akibat faktor-faktor sosial, contohnya salah paham

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial,antara lan:
• Rasa iri antara satu sama lain
• Adanya rasa tidak puas dengan perlakuan atau tindakan yang diterima dan diberikan oleh orang lain
• Adanya adu domba diantara masyarakat, kelompok, atau di dalam pemerintahan

Integrasi berasal dari bahasa inggris integration yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Dapat dikatakan pula integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan bermasyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Bentuk integrasi sosial, antara lain:

a. Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai ciri budaya asli

b. Akulturasi, yaitu penerimaan kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya integrasi dalam masyarakat:

1. Faktor internal

a) Kesadaran diri sendiri

b) Tuntutan kebutuhan

c) Jiwa dan semangat gotong royong

2. Faktor eksternal

a) Tuntutan perkembangan zaman

b) Persamaan kebudayaan

c) Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama

d) Persamaan visi, misi, dan tujuan

e) Sikap toleransi

f) Adanya tantangan dari luar

3. Homogenitas kelompok

4. Besar kecilnya kelompok

5. Mobilitas geografis

6. Efektivitas komunikasi

7. Integrasi antara dua hati

■Syarat berhasilnya integrasi sosial:

• Bisa mengendalikan perbedaan atau konflik yang terjadi, bukan malah sebaliknya

• Setiap warga dapat saling mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya

Integrasi sosial (masyarakat) dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluaruhan.
■Beberapa permasalahan integrasi nasional

a) Perbedaan Ideoloogi

b) Kondisi masyarakat yang majemuk

c) Masalah territotial daerah yang berjarak cukup jauh

d) Pertumbuhan partai politik

■Upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain:

a) Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara terhadap ideologi nasional

b) Membuka isolasi antar berbagai kelompok dengan membangun sarana komunikasi, informasi, dan transportasi

c) Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional

d) Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing

Integrasi nasional merupakan masalah yang dialami oleh semua negara yang ada di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapi.

■Faktor-faktor pendorong integrasi nasional sebagai berikut :

1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.

2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa indonesia sebagai mana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa indonesia, sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.

4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan.

5. Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera merah putih, lagu kebangsaan indonesia raya, bahasa kesatuan bahasa indonesia.

Kesimpulan

Perbedaan kepentingan dalam suatu individu menimbulkan perbedaan tingkah laku suatu individu dalam pemenuhan kepentingan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Perbedaan tingkah laku ini pula yang seringkali menimbulkan prasangka terhadap suatu individu atau golongan karena tidak sesuainya tingkah laku, norma, atau kebudayaan orang lain dengan yang ia miliki. Ketika prasangka ini muncul, maka timbul pula tindakan untuk mendiskriminasi individu atau golongan tersebut dan hal ini akan menyebabkan teradinya pertentangan sosial yang sering terjadi di kehidupan masyarakat.

Untuk mengatasi pertentangan sosial maka dilakukanlah integrasi sosial yang berupa penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasikan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Dalam skala besar, dapat dilakukan integrasi nasional yang berfungsi untuk menyatukan atau memadukan masyarakat-masyarakat yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Pada akhirnya persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur, aman dan tentram

Pengalaman saya tentang tema yang saya usung

Saat itu ada seorang anak dari suatu keluarga kecil yang dicap sebagai biang masalah oleh warga sekitarnya, padahal anak itu sama sekali tidak seperti orangtuanya yang biang masalah di daerah itu, tapi karena keluarga itu sudah di cap biang masalah, setiap anak itu melakukan sesuatu pasti saja digunjung oleh orang lain.
Pada suatu hari anak itu menolong seorang asing yang terkena musibah, tapi orang disekitarnya berprasangka buruk, orang orang di sekitarnya kira kalau anak itu mencelakakan orang itu, lalu anak itu difitnah terus menerus, lalu anak itu menjelaskan bahwa semua itu salah paham, dia hanya menolong seseorang yang sedang terkena musibah, dan menjelaskan bahwa anak itu tidak seperti orangtuanya yang biang masalah, dan akhirnya orang orang di lingkungan anak itu bisa menerima anak itu tanpa berprasangka buruk.


Restu lustika wulan
(29314097)
1TB04

Tugas ISD pertentangan sosial dan integrasi masyarakat dan pengalaman

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

PERBEDAAN KEPENTINGAN

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu dan sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu di dalam manifestasi pemenuhan dari kepentingan tersebut. Secara psikologis ada 2 jenis kepentingan dalan diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis. Individu satu berbeda dengan individu yang lainya.

Berikut ini merupakan factor perbedaan tersebut :

a. Faktor bawaan

b. Faktor Lingkungan Sosial

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETHOSENTRIS

●Prasangka merupakan dasar pribadi seseorang yang setiap orang memilikinya, sejak masih kecil unsur sikap bermusuhan sudah nampak
●Diskriminasi lebih menunjukkan pada aspek-aspek tindakan
●Etnosentrisme merupakan sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI DALAM MASYARAKAT

Pertentangan sosial merupakan suatu konflik yang biasanya timbul akibat faktor-faktor sosial, contohnya salah paham

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial,antara lan:
• Rasa iri antara satu sama lain
• Adanya rasa tidak puas dengan perlakuan atau tindakan yang diterima dan diberikan oleh orang lain
• Adanya adu domba diantara masyarakat, kelompok, atau di dalam pemerintahan

Integrasi berasal dari bahasa inggris integration yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Dapat dikatakan pula integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan bermasyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Bentuk integrasi sosial, antara lain:

a. Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai ciri budaya asli

b. Akulturasi, yaitu penerimaan kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya integrasi dalam masyarakat:

1. Faktor internal

a) Kesadaran diri sendiri

b) Tuntutan kebutuhan

c) Jiwa dan semangat gotong royong

2. Faktor eksternal

a) Tuntutan perkembangan zaman

b) Persamaan kebudayaan

c) Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama

d) Persamaan visi, misi, dan tujuan

e) Sikap toleransi

f) Adanya tantangan dari luar

3. Homogenitas kelompok

4. Besar kecilnya kelompok

5. Mobilitas geografis

6. Efektivitas komunikasi

7. Integrasi antara dua hati

■Syarat berhasilnya integrasi sosial:

• Bisa mengendalikan perbedaan atau konflik yang terjadi, bukan malah sebaliknya

• Setiap warga dapat saling mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya

Integrasi sosial (masyarakat) dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluaruhan.
■Beberapa permasalahan integrasi nasional

a) Perbedaan Ideoloogi

b) Kondisi masyarakat yang majemuk

c) Masalah territotial daerah yang berjarak cukup jauh

d) Pertumbuhan partai politik

■Upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain:

a) Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara terhadap ideologi nasional

b) Membuka isolasi antar berbagai kelompok dengan membangun sarana komunikasi, informasi, dan transportasi

c) Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional

d) Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing

Integrasi nasional merupakan masalah yang dialami oleh semua negara yang ada di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapi.

■Faktor-faktor pendorong integrasi nasional sebagai berikut :

1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.

2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa indonesia sebagai mana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa indonesia, sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.

4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan.

5. Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera merah putih, lagu kebangsaan indonesia raya, bahasa kesatuan bahasa indonesia.

Kesimpulan

Perbedaan kepentingan dalam suatu individu menimbulkan perbedaan tingkah laku suatu individu dalam pemenuhan kepentingan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Perbedaan tingkah laku ini pula yang seringkali menimbulkan prasangka terhadap suatu individu atau golongan karena tidak sesuainya tingkah laku, norma, atau kebudayaan orang lain dengan yang ia miliki. Ketika prasangka ini muncul, maka timbul pula tindakan untuk mendiskriminasi individu atau golongan tersebut dan hal ini akan menyebabkan teradinya pertentangan sosial yang sering terjadi di kehidupan masyarakat.

Untuk mengatasi pertentangan sosial maka dilakukanlah integrasi sosial yang berupa penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasikan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Dalam skala besar, dapat dilakukan integrasi nasional yang berfungsi untuk menyatukan atau memadukan masyarakat-masyarakat yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Pada akhirnya persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur, aman dan tentram

Pengalaman saya tentang tema yang saya usung

Saat itu ada seorang anak dari suatu keluarga kecil yang dicap sebagai biang masalah oleh warga sekitarnya, padahal anak itu sama sekali tidak seperti orangtuanya yang biang masalah di daerah itu, tapi karena keluarga itu sudah di cap biang masalah, setiap anak itu melakukan sesuatu pasti saja digunjung oleh orang lain.
Pada suatu hari anak itu menolong seorang asing yang terkena musibah, tapi orang disekitarnya berprasangka buruk, orang orang di sekitarnya kira kalau anak itu mencelakakan orang itu, lalu anak itu difitnah terus menerus, lalu anak itu menjelaskan bahwa semua itu salah paham, dia hanya menolong seseorang yang sedang terkena musibah, dan menjelaskan bahwa anak itu tidak seperti orangtuanya yang biang masalah, dan akhirnya orang orang di lingkungan anak itu bisa menerima anak itu tanpa berprasangka buruk.


Restu lustika wulan
(29314097)
1TB04

Tugas ISD PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT

PERBEDAAN KEPENTINGAN

Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu dan sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu di dalam manifestasi pemenuhan dari kepentingan tersebut. Secara psikologis ada 2 jenis kepentingan dalan diri individu yaitu kepentingan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan sosial/psikologis. Individu satu berbeda dengan individu yang lainya.

Berikut ini merupakan factor perbedaan tersebut :

a. Faktor bawaan

b. Faktor Lingkungan Sosial

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETHOSENTRIS

●Prasangka merupakan dasar pribadi seseorang yang setiap orang memilikinya, sejak masih kecil unsur sikap bermusuhan sudah nampak
●Diskriminasi lebih menunjukkan pada aspek-aspek tindakan
●Etnosentrisme merupakan sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI DALAM MASYARAKAT

Pertentangan sosial merupakan suatu konflik yang biasanya timbul akibatfaktor-faktor sosial, contohnya salah paham

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial,antara lan:
• Rasa iri antara satu sama lain
• Adanya rasa tidak puas dengan perlakuan atau tindakan yang diterima dan diberikan oleh orang lain
• Adanya adu domba diantara masyarakat, kelompok, atau di dalam pemerintahan

Integrasi berasal dari bahasa inggris integration yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Dapat dikatakan pula integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan bermasyarakat yang memiliki keserasian fungsi.

Bentuk integrasi sosial, antara lain:

a. Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai ciri budaya asli

b. Akulturasi, yaitu penerimaan kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya integrasi dalam masyarakat:

1. Faktor internal

a) Kesadaran diri sendiri

b) Tuntutan kebutuhan

c) Jiwa dan semangat gotong royong

2. Faktor eksternal

a) Tuntutan perkembangan zaman

b) Persamaan kebudayaan

c) Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama

d) Persamaan visi, misi, dan tujuan

e) Sikap toleransi

f) Adanya tantangan dari luar

3. Homogenitas kelompok

4. Besar kecilnya kelompok

5. Mobilitas geografis

6. Efektivitas komunikasi

7. Integrasi antara dua hati

 

■Syarat berhasilnya integrasi sosial:

• Bisa mengendalikan perbedaan atau konflik yang terjadi, bukan malah sebaliknya

• Setiap warga dapat saling mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya

Integrasi sosial (masyarakat) dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluaruhan.
■Beberapa permasalahan integrasi nasional

a) Perbedaan Ideoloogi

b) Kondisi masyarakat yang majemuk

c) Masalah territotial daerah yang berjarak cukup jauh

d) Pertumbuhan partai politik

■Upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain:

a) Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara terhadap ideologi nasional

b) Membuka isolasi antar berbagai kelompok dengan membangun sarana komunikasi, informasi, dan transportasi

c) Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional

d) Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing

Integrasi nasional merupakan masalah yang dialami oleh semua negara yang ada di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapi.

■Faktor-faktor pendorong integrasi nasional sebagai berikut :

1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.

2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa indonesia sebagai mana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa indonesia, sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.

4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan.

5. Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera merah putih, lagu kebangsaan indonesia raya, bahasa kesatuan bahasa indonesia.

Kesimpulan

 

Perbedaan kepentingan dalam suatu individu menimbulkan perbedaan tingkah laku suatu individu dalam pemenuhan kepentingan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Perbedaan tingkah laku ini pula yang seringkali menimbulkan prasangka terhadap suatu individu atau golongan karena tidak sesuainya tingkah laku, norma, atau kebudayaan orang lain dengan yang ia miliki. Ketika prasangka ini muncul, maka timbul pula tindakan untuk mendiskriminasi individu atau golongan tersebut dan hal ini akan menyebabkan teradinya pertentangan sosial yang sering terjadi di kehidupan masyarakat.

Untuk mengatasi pertentangan sosial maka dilakukanlah integrasi sosial yang berupa penyesuaian unsur-unsur yang berbeda di dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasikan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Dalam skala besar, dapat dilakukan integrasi nasional yang berfungsi untuk menyatukan atau memadukan masyarakat-masyarakat yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Pada akhirnya persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwuudnya negara yang makmur, aman dan tentram.